Warning: curl_init() has been disabled for security reasons in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 95

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 97

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 98

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 100

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 103

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 106

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 333

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 334

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 363

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 370

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 375

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 376

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 377

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 379

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 382

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 150

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 151

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 159

Warning: curl_exec() has been disabled for security reasons in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 162

Warning: curl_errno() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 167

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 181

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 182
Review Novel Bara - Surat Terakhir Seorg Pengelana | Donna Tambayong

Donna Tambayong

The Place Where You Can Find The Real Me
Review Novel Bara : Surat Terakhir Seorang Pengelana – Febrialdi R. (@edelweisbasah)

Review Novel Bara : Surat Terakhir Seorang Pengelana – Febrialdi R. (@edelweisbasah)

Review Novel Bara :

 

“Tak semua perjalanan menjanjikan sebuah kedewasaan. Perjalanan (terkadang), tak lebih mengarungi ketidaktahuan dan berjudi dengan berbagai macam kemungkinan.” (Hal. 53)

 

Judul buku : Bara – Surat Terakhir Seorang Pengelana

Penulis : Febrialdi R. – @edelweisbasah

Penyunting : Irwan Rouf

Penyunting akhir : Agus Wahadyo

Foto Cover : Roxana Bashyrova

Penata letak : Didit Sasono

Desain cover : Budi Setiawan

Penerbit : mediakita

Cetakan I : 2017

Bahasa : Indonesia

Jumlah hal  : xxi + 372 Halaman

ISBN : 978-979-794-542-8

 

Sinopsis :

Bara merupakan seorang lelaki muda, pendaki gunung, relawan sekaligus penulis kisah-kisah petualangan. Latar belakang keluarganya yang berantakan bikin hidup Bara jadi liar, keras dan bebas.

Ngga hanya itu aja, Bara juga punya kisah cinta yang lumayan rumit. Cinta datang ngga disangka-sangka. Sakit hati pun datang tak disangka-sangka. Namun Bara tetap betah tinggal dalam rasa seperti itu, walaupun ada yang memutuskan untuk pergi dari hidupnya.

Review Novel Bara :

Gue tertarik beli buku ini karena rekomendasi dari SESEORANG yang kepengen banget baca buku ini. Akhirnya gue googling review novel bara ini. Sebetulnya, gue ngga terlalu suka baca novel. Tapi setelah ngebaca reviewnya, kok jadi kepengen baca ya…

Di buku ini ada 33 bab. Setiap bab nya diisi dengan judul yang sesuai dengan isi dari bab itu. Setiap bab itu punya judul yang lumayan panjang. Buat perempuan-perempuan yang suka gundah gulana di sosial media, judul-judul yang ada di novel Bara ini bisa banget lah dijadiin buat status hihi.

Buku ini ringat banget buat dibaca. Buktinya, gue yang ngga terlalu suka baca novel pun hanya butuh 12 jam buat menamatkan buku ini. Kisah di dalamnya ngga jauh beda sama kehidupan sehari-hari. Apalagi buat para pecinta alam. Kisah Bara ini sangat dekat dengan kenyataan para pecinta alam yang suka menghabiskn waktunya untuk mendaki gunung.

Banyak pelajaran berharga setelah gue baca novel ini. Ngajarin gue untuk ngga cengeng ngadepin masalah yang gue temuin dalam hidup. Betapa gue punya kewajiban buat memperjuangkan hidup yang gue jalanin.

Bara itu menggambarkan sosok seorang pecinta alam yang keliatan keras dan batu, padahal di balik itu dia punya sisi melow dan romantis. Setiap cerita dalam bab punya makna yang bisa kita petik.

Ngga hanya kasih pesan tentang kehidupan, buku ini secara ngga langsung kasih pesan buat para pecinta alam. Kalo kegiatan apapun yang lo lakuin di alam bebas itu perlu persiapan yang matang. Kegiatan di alam bukan kegiatan yang main-main. Karena kalo lo ngga punya persiapan, lo ngga hanya nyusahin diri lo sendiri, tapi bikin repot orang lain karena ketidaksiapan lo.

Buku ini banyak kasih pesan positif buat pembacanya. Mengajarkan gue untuk lebih menghargai sebuah proses kehidupan, optimis pada apapun, dan memaknai setiap langkah hidup yang akan gue ambil.

Sekian review novel bara dari gue.

Semoga akan banyak lagi orang-orang yang baca buku ini. Semoga juga buku ini bisa menjadi sumber bacaan positif buat anak-anak muda. Selamat membaca. Selamat berkarya untuk para penulis.

Ada quote bagus yang akan gue kutip sebelum menutup tulisan ini :

Sebaik-baiknya  seorang petualang, adalah menjadikan perjalanan sebagai tempat terbaik dan terindah untuk menimba ilmu  – Bara

 

 

Regards,

Donna

2 comments found

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.