Donna Tambayong

The Place Where You Can Find The Real Me
Review Buku Garis Waktu Fiersa Besari – Sebuah Perjalanan Menghapus Luka

Review Buku Garis Waktu Fiersa Besari – Sebuah Perjalanan Menghapus Luka

“Sejauh apa pun kakimu membawamu lari, jalan yang kau tempuh hanya akan membawamu kembali padaku.” (Hal. 33)

Judul buku : Garis Waktu

Penulis : Fiersa Besari

Penyunting : Juliagar R. N.

Penyunting akhir : Agus Wahadyo

Foto : Fiersa Besari

Penata letak : Didit Sasono

Desain cover : Budi Setiawan

Penerbit : mediakita

Cetakan I : 2016

Bahasa : Indonesia

Jumlah hal  : iv + 212 Halaman

ISBN : 978-979-794-525-1

 

Sinopsis :

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan.

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada titik-titik kenangan tertentu.

Maka, ikhlaskan saja kalau begitu.

Karena sesungguhnya, yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.

Review Buku Garis Waktu Fiersa Besari :

Gue tertarik baca buku GARIS WAKTU ini karena berawal dari kesukaan gue membaca setiap twit yang diupdate oleh Bung Fiersa Besari ini. Karena menurut gue setiap twit yang Bung update itu kok kayaknya “ Gue  banget.” Dan setelah tau Bung Fiersa rilis buku, wah gue sangat antusias. Saking antusiasnya sampe gue baru sempet review bukunya sekarang hihi.

Bung Fiersa selalu bikin hati gue geremet-geremet karena tulisannya yang seakan-akan lagi nyindir gue, terutama kalo udah bertemakan cinta dan kehidupan.

Kayak di buku pertamanya, GARIS WAKTU ini. Buku ini sebenarnya adalah rangkuman dari beberapa tulisannya Bung Fiersa dari tahun 2012 sampe 2016. Tulisan-tulisan ini dibuat ketika Bung keliling  di berbagai tempat eksotis di Indonesia. Bahkan setelah sepulangnya berkenala pun, Bung masih sempat untuk melanjutkan tulisannya.

Pertama kali megang buku ini, gue sangat tertarik sama tulisan di paling atas “SEBUAH PERJALANAN MENGHAPUS LUKA.” Terus dalam hati ngomong, “Ini Bung Fiersa bikin buku khusus buat gue kali ya !” Cieee gue udah geer aja. Karena judul paling atass itu kayak kondisi yang saat itu sedang gue rasakan. Ingin menghapus luka~~~

Cover buku yang warnanya putih ini kayak ngajak kita untuk flashback masa lalu. Kesan old nya sih dapet banget menurut gue. Ditambah lagi dengan tambahan image foto yang digantung. Sederhana tapi penuh arti.

Covernya aja sederhana, gimana dalemnya?

Eitssss. Dalemnya??

Di bab 1, kita diajak untuk kilas balik dimana sosok “aku” ini sedang mengingat masa-masa terbaik yang pernah dilewati oleh sosok “kamu.” Bagaimana kehidupan “aku” sebelum ada “kamu.” Dan bagaimana kehidupan “aku” setelah ngga ada “kamu” . Menuangkan segala kenangan dan kerinduan dalam bentuk tulisan penuh makna emang jadi keahlian Bung Fiersa. Setiap paragraph nya bikin hati gue ngga karuan.

Mungkin karena penulisan tokoh di buku ini pake sudut pandang orang pertama, jadi seakan-akan kayak gue yang ngerasain hal yang lagi gue baca di buku ini.

Dari awal sampe akhir, gue merasa diajak untuk jatuh cinta, ngerasin gimana menanti, terus pake acara patah hati sampe diajak buat nyembuhin luka dan mengikhlaskan segala yang udah gue lewatin.

Tulisan Bung di buku ini menurut gue menyentuh banget. Buku ini kayak jadi bahan perenungan buat gue kalo “akan ada pelangi setelah badai menerpa.” Untuk ukuran gue yang ngga suk dengan novel cinta-cintaan, buku Bung cukup bikin gue merasa “Duh, kok jadi menye-menye sih gue.” Buku ini bikin baper yang membangun.

Gimana tuh baper membangun?

Maksudnya gini.

Buku ini ngajak kita untuk bangkit dari keterpurukan. Hidup bukan hanya sekedar tentang dia yang udah nyakitin kita. Dari apa yang udah terjadi, baik buruknya kejadian semua bisa kita jadiin pelajara. Belajar ngga harus dari hal baik aja, dari hal buruk pun kita bisa belajar untuk bangkit.

Kayak kutipan berikut ini yang menurut gue jadi salah satu quote yang gue suka dalam buku ini :

“Darimu aku belajar untuk menjadi lebih baik. Denganmu aku belajar untuk melakukan yang terbaik. Tanpamu aku belajar untuk memperbaiki.”

Gila ngga sih kutipannya.

Pokoknya, buku ini rekomen deh buat dibaca. Ngga secengeng yang dikira. Malah bikin move on jauh lebih cepat karena ya itu, bapernya membangun.

Gue kasih 4 jempol deh buat buku Bung Fiersa yang ini. Sekian review buku garis waktu Fiersa Besari. Masih ada buku Bung Fiersa lainnya yang belum gue review. Akan gue review nanti.

 

Bye,

Donna

2 comments found

  1. Saya juga tau mas Fiersa dari temen kantor. Lalu baca twittnya bener2 keren. Ngena banget intinya. Belum baca buku GARIS WAKTU tapi makin penasaran setelah baca reviewnya mbak.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.