Donna Tambayong

The Place Where You Can Find The Real Me
Pengalaman Ikut Training ESQ – Ary Ginanjar Agustian

Pengalaman Ikut Training ESQ – Ary Ginanjar Agustian

Training ESQ nya Pak Ary Ginanjar Agustian yang nangis-nangis itu kan? Pasti begitu pendapat sebagian besar orang ketika denger nama training ESQ. Emang sih ! Isinya emang bikin lo nangis-nangis. Kenapa nangis-nangis? Sebelum gue cerita tentang itu, ada baiknya gue jelasin dulu apa sih ESQ itu.

ESQ itu singkatan dari Emotional Spiritual Quotient yang artinya adalah penggabungan antara kecerdasan emosi dan spsiritual. Selama ini sukses selalu dikait-kaitkan dengan kecerdasan intelektual. Tapi ternyata ngga sampe situ aja. Kecerdasan intelektual emang bisa mendorong individu jadi sukses. Tapi tidak membentuk individu yang sukses secara emosi dan spiritual. Banyak orang-orang pintar yang pada akhirnya menggunakan kepintarannya untuk melakukan hal-hal yang kurang baik. Kenapa? Karena mereka tidak punya EQ dan SQ. Makanya selain punya IQ yang bagus, setiap orang kayaknya harus punya EQ dan SQ yang baik juga. Kalo ketiga nya seimbang, Insya Allah dapet sukses di dunia dan di akhirat.

Nah, kalo ngomongin ESQ pasti ngga lepas dari nama Bapak Ary Ginanjar Agustian. Pak Ary Ginanjar Agustian itu adalah seorang motivator di bidang pembentukan karakter yang mempopulerkan metode ESQ. Metode ESQ beliau tuangkan ke dalam bentuk buku yang pada saat itu menjadi best seller.

Dari buku, Pak Ary Ginanjar Agustian mulai membuka training-training untuk menyebarkan ilmu ESQ. Trainingnya selalu penuh sama peserta. Dan sampe saat ini, udah 1,5 juta orang yang ikut traning ini. Ngga cuma di Indonesia aja. Tapi di seluruh dunia.

Cerita tentang trainingnya, waktu itu gue ikut training ESQ NEW CHAPTER. Itu ESQ NEW CHAPTER pertama di tahun 2016. Penasaran kan gue. Kayak apa sih trainingnya. Trainingnya berlangsung selama 3 hari. Dari jam 9 pagi sampe jam 10 malem. Kebayang ngga sih lo ikut training duduk di ruangan selama ber jam-jam.

Tapi di hari pertama itu, gue udah mulai tertarik. Apalagi gue suka banget tentang ilmu-ilmu astronomi. Disitu menjelaskan tentang teori big bang yang…Ah ! bikin gue takjub. Awal mula penciptaan manusia.

Dari hari pertama juga, gue udah nangis. Padahal itungannya, gue bukan orang yang gampang nangis. Apalagi buat gue yang merasa jauh sama Allah dan sangat minim ilmu agama, trus dijelasin fakta-fakta yang bikin gue terpukau sama kuasa Allah.

Dari training itu, gue jadi memahami dari mana gue berasal, dimana gue berada sekarang, apa yang harus gue lakukan, dan kemana nanti pada akhirnya gue akan kembali.

Puncaknya sih, 3 hari ketiga. Di mana ada sesi yang disebut katarsis. Di situ tiap peserta berpasang-pasangan (perempuan dengan perempuan, laki-laki dengan laki-laki). Di situ kita saling meng adzan kan temen kita. Wah itu sih puncak dari segala puncak. Kenapa buat gue katarsi jadi puncak?

Gue in lahir dengan orang tua yang dulunya non muslim. Ketika gue lahir papa gue statusnya mualaf. Trus gue tanya sama mama gue “Mah, Donna waktu lahir diadzanin ngga?” trus mama bilang “Ngga, kan papa waktu itu belum bisa adzan, kakak juga masih kecil.”

Berdasarkan pengalaman itu, betapa bahagianya gue mendengr adzan di kuping gue. Gue kayak ngerasa jadi bayi yang baru lahir terus nikmatin nikmatnya lahir ke dunia dengan lantunan adzan. Gue ngerasa pas di adzanin di kuping, Allah tuh sayang banget sama gue. Allah berasa deket banget sama gue.

Apalagi ditambah gue baru dua tahun hijrah di jalan Allah. Ikut training ESQ jadi salah satu momentum yang menyadarkan gue bahwa “Laillahailallah”

Dan gue sangat merekomendasikan training ini buat orang-orang yang merasa hidupnya lagi, sedang bahkan pernah jauh dari Allah. Lo akan menyadari bahwa Allah itu sayang banget sama lo.

Ngga nyesel sih ikut training ESQ nya Pak Ary Ginanjar Agustian. Membuka mata hati gue bahwa gue hidup gue ternyata ngga serumit itu.

Sekian cerita tentang training ESQ. Semoga apa yang gue ceritain di sini bisa jadi manfaat buat yang baca.

 

Xoxo,

 

Donna

(Image Source : Instagram @esqtraining)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.