Warning: curl_init() has been disabled for security reasons in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 95

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 97

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 98

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 100

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 103

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 106

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 333

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 334

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 363

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 370

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 375

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 376

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 377

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 379

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 382

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 150

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 151

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 159

Warning: curl_exec() has been disabled for security reasons in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 162

Warning: curl_errno() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 167

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 181

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/donnatam/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 182
Ketika Hati Berpaling | Donna Tambayong

Donna Tambayong

The Place Where You Can Find The Real Me
Ketika Hati Berpaling

Ketika Hati Berpaling

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 21 April kemarin, gue baru aja dateng ke sebuah kajian dengan judul “KETIKA HATI BERPALING” . Gue awalnya tertarik karena narasumbernya merupakan idola gue zaman dulu, Ucay ex Vokalis Rocket Rockers.

Gue termasuk salah satu orang yang penasaran pada saat Ucay memutuskan untuk HIJRAH dan meninggalkan dunia musik yang udah membesarkan namanya. Makanya gue ingin dateng. Niat lain sih karena gue butuh asupan gizi untuk batin gue, Tsahhhhh !

Karena ilmu agama gue masih cetek banget. Gue kayaknya emang perlu banget dateng ke kajian yang kayak gini.

Kajian kemarin diawali dengan sholat Magrib dan sholat Isya berjamaah. Duh, Masya Allah. Indah banget liat shaf di Masjid penuh ketika sholat.

Selepas sholat Isya, kajian baru di mulai. Di sesi pertama, ada tiga narasumber. Ada Ucay, Dimboy dan Zoka. Mereka adalah orang-orang yang dulunya berkarier di dunia musik. Dan beberapa tahun ke belakang memutuskan untuk berhijrah karena mereka tidak menemukan titik nyaman dalam bermusik. Merasa ada sesuatu yang tidak sesuai lagi dengan dirinya.

 

Dimboy dan Zoka menceritakan pengalaman mereka dalam bermusik sampe gimana awalnya mereka yakin untuk tidak lagi bermusik dan kembali kepada jalan Allah. Mereka sempet ragu-ragu untuk hijrah karena bermusik jadi cara mereka untuk “cari makan”.

Tapi lagi-lagi, keinginan untuk lebih deket sama Allah ngga ada yang bisa ngalahin. Akhirnya mereka berdua bisa sama-sama hijrah. Karena mereka ini ibaratnya satu band, individu satu pasti akan mempengaruhi individu lainnya. Pilihlah lingkungan yang memang akan membawa kita ke arah yang lebih baik.

Dan ngga usah takut rezeki keputus karena memutuskan untuk bermusik. Percaya, yakin dan Lillahi Ta’ala. Karena disaat kita pengen ngejar Allah, pengen ikutin jalan Allah, pasti Allah akan memudahkan segala urusan kita.

Dan setelah itu, giliran Ucay yang cerita tentang pengalaman hijrahnya. Dari seorang vokalis jadi pedagang sepatu. Sama kayak Ucay. Semua pasti menganggap musik itu keren. Musik itu jalan hidup. Cari makan disitu, bisa terkenal dan punya apa-apa darisitu.

Tapi ketika sudah berada di puncak, kok ketenaran ngga bisa bikin hati tenang. Kayak ada yang salah, tapi apa yaaa. Mungkin begitu yang Ucay rasain. Pergolakan batin pasti terjadi ketika memutuskan untuk ngga bermusik lagi. Padahal, kayaknya hidup ngga berarti apa-apa kalo ngga ada musik.

Karena kegundahan hati tentang bener atau ngga nya yang dijalani, Ucay akhirnya memutuskan untuk kembali lagi ke Allah. Hijrah. Dia pelan2 mulai meninggalkan kegiatan di bandnya. Bahkan berani untuk keluar dari band yang udah membuatnya terkenal.

Setelah ke luar dari band, Ucay beralih menjadi “pedagang sepatu” dengan label FxYxC (Forever Young Crew) yang berlogo pisang. Menurutnya musik bukan jalan hidup. Islam adalah jalan hidup.

Ternyata, keputusannya untuk meninggakan karier bermusik tak pernah ia sesali. Ia meninggalkan atribut duniawi demi untuk lebih dekat dengan Allah. Seperti yang tertulis pada hadist berikut :

“Sesungguhnya, jika Engkau meninggalkan sesuatu karena Allah niscaya Allah akan memberi ganti padamu yang lebih baik” (HR. Ahmad Syaikh Syu’aib Al Armauth).

Ya…kembali pada Allah memang jalan terbaik

Gue pun sangat merasakan. Sebagai orang yang juga sedang merasakan proses hijrah ini, gue merasa gue tidak sendirian dalam belajar untuk dekat sama Allah. Ternyata banyak temen-temen di luar sana pun sedang berusaha untuk bisa lebih dekat dan memperbaiki hubungannya sama Allah.

Back to topic…

Kajian dilanjutkan dengan ceramah dari Ustadz Cahyo. Ceramah ini juga berkaitan dengan tema. Terkadang kita terlalu senang dengan kebahagiaan dunia. Padaha dunia ini fana. Kebahagiaan itu ngga ada hubungan nya dengan dunia. Dunia bukan sumber bahagia.

Tau apa yang bikin bahagia?

Yang bikin bahagia itu Cuma Allah.

Perjalanan menuju Allah itu proses yang paling membahagiakan. Kalo kita taat sama Allah, Insya Allah pasti bahagia. Coba deh kalian rasain juga, jauh aja dari Allah sebentar, hidup kayak ketar-ketir, gelisah.

 

Tapi untuk menuju Allah itu memang ngga semudah yang dibayangkan. Gimana biar mudah? Nah Ustadz Cahyo punya tipsnya nih.

Yang pertama, ubah REFERENSI dalam hidup supaya ngga memantik. Misalnya aja nih, kita mesti jauhin hal-hal yang memantik kita untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Kalo lagi galau, jangan nonton film Korea atau ngga denger lagu mellow.  Coba baca Al Quran atau baca sesuatu yang bermanfaat.

Yang kedua, kita arus pilih relasi. Karena dengan siapa kita berteman akan sangat mempengaruhi hidup kita. Boleh berteman dengan siapa saja, namun usahakan kita berada di circle yang baik yang kira-kira bisa membantu  proses hijrah kita.

Nah, yang ketiga Re-Aktualisasi. Kita bisa mempelajari kembali hal-hal baik yang kita dapatkan setelah berhijrah. Kita lakukan lagi hal-hal baik. Dan kalau bisa ajak orang lain untuk melakukan hal baik ini.

Ceramah Ustad Cahyo selesai kira-kira pukul 23.30 WIB . Sehabis itu, kita tidur sebentar. Terus kita bangun jam 03.00 WIB untuk Sholat Qiyamul Lail. Dengan lampu redup, Sholat Qiyamul Lail bareng-bareng itu terasa banget syahdunya. Setelah sholat Qiyamul Lail, kajian diakhiri dengan sholat Subuh berjamaah.

Indahnya~

Semoga di lain waktu bisa ikut kajian-kajian yang lain.

Semangat berhijrah !

Semoga Istiqomah !

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.